Rabu, 18 November 2015

BATAL BAYAR SPP, MAHASISWA CUTI ATAU NONAKTIF?

Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang paling di tunggu-tunggu oleh umat muslim. Bulan ramadhan dua kali berturut-turut dengan tahun ini, bertepatan dengan pembayaran SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) untuk mahasiswa UNG (Universitas Negeri Gorontalo). Dengan pembayaran SPP menggunakan system online, mempermudah mahasiswa untuk bisa mudik dan memenuhi kewajibannya untuk membayar SPP di masing-masing daerah. Dengan sibuk-sibuknya melaksanakan kewajiban berpuasa sebagai umat muslim, seluruh mahasiswa UNG menyempatkan antrian di Bank untuk membayar SPP.
Namun, ada saja masalah yang menghambat dan bisa menunda administrasi pembayaran SPP dikarenakan gangguan system online yang tidak bisa mengakses, System online yang bertujuan untuk mempermudah, justru bisa mempersulit mahasiswa. Antrian panjang di lobby Bank, jika ada gangguan system bisa dua sampai tiga kali balik ke Bank, dan parahnya ± 200 mahasiswa tidak sempat membayar SPP. Sebagian besar mahasiswa berpikir bahwa perpanjangan pembayaran SPP sudah membudaya di UNG, sehingganya masalah ini jadi kejutan tak terduga bagi mahasiswa.
Berbagai usaha yang dilakukan oleh sekian mahasiswa untuk memohon dibukanya perpanjangan pembayaran SPP. Namun, pihak lembaga tidak menyetujui permohonan tersebut dan mahasiswa dianjurkan untuk mengurus cuti karena tidak akan ada perpanjangan “tegas pihak lembaga UNG”. Masalah SPP ini kedengarannya tidak memnghebohkan seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat gorontalo, melainkan kehebohan itu hanya bisa dirasakan dari masing-masing mahasiswa yang tidak sempat membayar SPP. Padahal masalah ini menyangkut kepentingan generasi penerus bangsa, karena bisa memperlambat lahirnya akademis.
± 200 mahasiswa masing-masing memiliki alasan, diantaranya belum mempunyai biaya, gangguan system, bahkan ada daerah yang Bank-nya tidak bisa melayani pembayaran SPP “ ujar abang kulit hitam” pada rapat pembentukan Front mahasiswa Senin 03/08/2015. Dengan alasan yang ada, mahasiswa berharap bisa dibuka kembali pengurusan SPP, yang ada di benak mahasiswa perpanjangan ada karena alasannya jelas. Namun, alasan tersebut tidak dapat menggugah dari pihak lembaga yang sudah membuat keputusan yang bulat untuk meniadakan perpanjangan di tahun ini bahkan kemungkinan sampai seterusnya.
Dari hal ini dapat membuat mahasiswa menjadi frustasi dan hal-hal yang tidak di inginkan. Hanya bisa berharap dari masalah ini untuk berpikir positif dan bisa mendewasakan mahasiswa ataupun generasi penerus, semoga dengan kejadian ini tidak akan ada yang berhenti kuliah dan korban jiwa hanya karena stress yang takut mengecewakan orang tua. Cukup di semester ini jawabanya adalah CUTI, dan cuti ini bisa mewakili kegagalan kita untuk keberhasilan yang tertunda.
Harapan demi harapan dari mahasiswa CUTI untuk pihak lembaga UNG agar dapat meminimalisir masalah ini agar tidak terjadi di semester mendatang. Misalnya, dapat memberikan tempat khusus pembayaran SPP dan perbaikan system online untuk mengakses dan informasi-informasi dari kampus bisa di ketahui langsung jika ada perubahan dalam system perkuliahan. Pihak Rektorat, fakultas dan Program Studi/Jurusan dapat memperlihatkan kedekatan bapak/ibu sebagai orang tua dari mahasiswa di perguruan tinggi, yang bisa menjadi tempat untuk mahasiswa berteduh membasuh pilu.**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar