Gorontalo- kelompok
Mahasiswa seluruh Fakultas, Universiata Negeri Gorontalo, berujuk rasa di Depan
Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo Untuk menuntut Rektor Universitas
Negeri Gorontalo turun dari jabatanya.
Kelompok Mahasiswa yang
tergabung dari semua fakultas yang ada di universiatas Negeri Gorontalo. Rabu,
17-04-2013 melakukan orasi dengan mengerakkan masa aksi dari depan pintu
Gerbang Universiats Negeri Gorontalo sampai didepan Gedung Rektorat, polisi
dari polres Gorontalo dan Satpam Universitas Negeri Gorontalo tampak di
siagakan didepan Gedung Rektorat guna menggantisipasi sesuatu yang tidak di
ingginkan.
Dalam aksinya,
Mahasiswa meminta Rektor turun dari jabatannya karna selama ini kebijakan Rektor
tidak sesuai di mata Mahasiswa, dimana banyak terjadi Diskriminasi terhadap Mahasiswa.
Mulai dari Diskriminasi yang melarang Mahasiswa membawa roda dua masuk kekampus
dan menggeser atau menghilangkan bahasa
Indonesia menjadi bahasa inggris di dalam kampus, kemudian persoalan Parkir
yang dimana Lapangan basket yang seharusnya tempat Olahraga saat ini sudah
menjadi tempat Parkir.
Rektor Universitas
Negeri Gorontalo menaggapi, Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd “ saya tidak pernah
mengatakan untuk menghilangkan Bahasa Indonesia dan beralih keBahasa inggris,
saya hanya mengubah Bahasa Indonesia menjadi Bahasa inggris dalam spanduk, bukannya
menghilangkaan Identitas Bahasa Indonesia di dalam Kampus, apakah hannya dengan
spanduk sehari kita menghilangkan identitas? Itu tidak mungkin, jika saya
mengubah Identitas Bahasa Indonesia sama saja saya menghianati supah pemudah
yang ada dalam diri saya. Masalah kendaraan dan parkir, kita lihat bersama
dengan adanya pengaturan kendaraan dan parkir, kampus sudah mulai kelihatan terang
dan nyaman tidak laki merasa terganggu. Namun jika kalian merasa tidak
mendukung mari kita bicarakan secarah baik-baik, mahasiswa seharusnya berfikir
secarah rasional.” tegas pak Rektor
Universitas Negeri Gorontalo tepat didepan semua mahasiswa masa aksi.
Menurut Bem universitas negeri gorontalo, yulius steven “ saya mendukung aksi namun
hanya saja terjadi diskomunikasi, dengan adanya aksi ini mungkin lebih
diperhatikan oleh pihak lembaga khususnya dari Rektor dan pembantu Rektor 3 agar
lebih melihat lagi masalah-masalah yang timbul di dalam kampus.” Tegasnya saat
di temui di disamping Rektorat.# by thita paputungan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar