Maraknya
batu akik di Indonesia, membuat semua orang demam mencari batu mulai dari kota
sampai dipelosok desa. Penemuan batu akik menghebohkan warga Naganraya Aceh,
batu seberat kurang lebih 20 Ton yang mencapai harga jual sekitar 30 Milyar
Rupiah. Adanya batu tersebut memicu konflik antar warga Naganraya, sehingga
Pemerintah daerah mengambil alih untuk meminimalisir keadaan.
Setelah
aceh, di Gorontalo pun warga digegerkan dengan penemuan batu akik yang telah
ditemukan dipegunungan tepatnya dikelurahan Donggala. Batu tersebut seberat 2,5
Ton dan mencapai nilai jual kurang lebih 3 Milyar Rupiah dan terbilang nomor 2
kualitasnya setelah batu yang ada di Aceh.
Djoni
Apriyanto salah satu dosen sejarah di Universitas Negeri Gorontalo mengatakan
bahwa batu akik bukan dilihat dari khasiatnya melainkan dari keindahan batu itu
sendiri. Secara konsep dasar kata akik diartikan bagus oleh Djoni Apriyanto
dalam seminar batu akik : perspektif sosiologi, ekonomi, sejarah dan geologi
kemarin tgl 12/03/2015 di Ballroom UNG.
Farid
Th Musa juga mengatakan Batu akik bukan sekedar fenomena yang menghebohkan dan
ramai di bicarakan di Indonesia melainkan fenomena batu akik itu bisa
dimanfaatkan untuk sector ekonomi dalam meningkatkan kesejahteran warga. Maka
dari itu pemerintah daerah agar bisa mengadakan pendirian UMKM batu Akik agar
Industri ini lebih tertata dan bisa masuk pada pendapatan daerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar